Arifin - Bekasi, (Perkenalan) Server Message Block (SMB) adalah sebuah protocol client-server yang ditujukan sebagai layanan untuk berbagi berkas (file sharing) di dalam sebuah jaringan. Protokol ini pada awalnya digunakan di dalam sitem operasi Windows. Dalam perkembangan, SMB juga dapat diterapkan pada keluarga sistem operasi UNIX dengan program Samba. Mikrotik , selain memiliki fungsi utama sebagai sebuah Router juga support SMB sehingga dapat difungsikan sebagai sebuah file server. Dukungan MikroTik RouterOS saat ini adalah SMB v1.0 serta SMB v2.002.
Mikrotik Sebagai File Server
Dalam percobaan kali ini menggunakan sebuah RB952-Hap Lite dengan USB Flashdisk yang nantinya digunakan untuk menyimpan file. Perlu diketahui bahwa perangkat RouterBoard memiliki storage yang terbatas sehingga disarankan untuk menggunakan storage tambahan jika Anda hendak menggunakan fitur SMB ini.
1. Pertama, format terlebih dahulu flasdisk yang ingin dijadikan menyimpan file SMB. kita bisa melakukan format di mikrotik berikut caranya:
Gambar Format Flashdisk di Mikrotik
Keterangan:
Jika USB storage baru dipasang terkadang memiliki status invalid, jangan khawatir hal ini bukan berarti USB storage Anda rusak atau tidak dikenali oleh mikrotik, namun Anda perlu format telebih dahulu agar file system dalam USB storage dapat dikenali oleh MikroTik.
2. Selanjutnya, aktifkan SMB Server pada Mikrotik pada dengan mencentang parameter "enabled" pada menu /ip smb, Lihat pada Gambar
Gambar Mengaktifkan SMB Mikrotik
Keterangan:
Selain opsi "Enabled" ada beberapa opsi lain yang bisa ditentukan sesuai dengan kebutuhan network.
- Domain : Menentukan nama dari workgroup windows
- Comment : Memberikan informasi berupa text pada folder yang disharing
- Allow Guest : Mengijinkan user guest untuk mengakses folder yang dishare.
- Interface : Opsi untuk menentukan di interface mana service samba akan dijalankan.
3. Setelah service SMB sudah dijalankan, selanjutnya perlu ditentukan alokasi storage yang akan dishare. Masih di menu SMB, klik tombol "Shares".
Gambar Alokasi Storage yang akan di Share
Keterangan:
Parameter Name bisa ditentukan sesuai kebutuhan. parameter yang cukup penting adalah Directory. Pada parameter ini, kita tentukan folder mana yang akan dapat digunakan oleh service SMB. Max Session bisa ditentukan untuk membatasi jumlah user yang mencoba mengakses directory tersebut dalam waktu bersamaan.
4. Dan setting terakhir, buat user account yang akan digunakan untuk authentikasi user yang hendak menggunakan sevice SMB. Pada setting SMB, klik tombol User.
Disini admin jaringan bisa menentukan user dan password bagi pengguna service SMB. Parameter Read Onlydigunakan untuk menentukan priviledge user, apakah diijinkan untuk membaca dan menulis file, atau cukup hanya bisa membaca saja. Setting SMB sudah selesai, sekarang user bisa mencoba mengakses SMB dari komputer masing - masing.
Setting SMB telah selesai, berikut cara testimoninya sebagai berikut
Keterangan:
- Masuk ke Run Windows + R (Bagi pengguna Windows)
- Ketikan IP Routernya disini saya IP nya \\100.100.10.1
0 comments:
Post a Comment